Malam ini, film legendaris yang bener2 meng-influence kehidupan anak muda sejak taun pemutarannya (bahkan sampe sekarang) diputer kembali di Kompas TV, untuk 'merayakan' 10 taun usianya. Siapa sih yang ga tau istilah "Salah gue?? Salah temen2 gue??" atau "Basi!! Madingnya udah siap terbit!!" Dan ketika sadar bahwa film ini udah 10 tahun, rasanya mau ga mau orang yang nonton pada saat ini jadi mengingat2 kembali momen 10 tahun yang lalu, seenggaknya mungkin kita akan mengingat dengan siapa kita nonton, atau segala cerita lain yang terjadi 10 taun yang lalu.
Kalo aku sendiri, 10 taun yang lalu berarti adalah mengingat kembali masa-masa SMP. Ketika itu aku nonton AADC rame2 ber-duabelas. Iya. Temen2 geng aku ketika SMP jumlahnya 12 orang, dan semuanya cewe :) Kalo masalah nontonnya dimana, hari apa, jam berapa, sampe seat berapa, jujur aku engga inget lagi, tapi yang jelas, aku dan beberapa orang temen keluar studio dengan mata sembab gara2 terharu dengan beberapa bagian cerita dari filmnya.
AADC itu emang ga ada matinya. Diluar 'perayaan' 10 taun AADC itu sendiri, belakangan ini juga aku baru aja diingatkan kembali oleh sahabat2 aku tentang film AADC. Tepatnya sekitar 2 bulan yang lalu, waktu aku ngumpul dengan Iponk dan Okta di rumah aku. Scene nya mungkin agak mirip dengan scene awal2 film AADC, yaitu ketika Cinta dkk berkumpul dan disitu Alya yang lagi ada masalah curhat kepada sahabat2nya. Perbedaannya mungkin dari segi masalah yang dicurhatinnya. Kalo Alya cerita tentang masalah dia dengan keluarganya, aku ketika itu curhat tentang hati yang sedang hancur berkeping2. Sebenernya kita bertiga baru ngeh kalo apa yang terjadi itu mirip dengan film AADC beberapa jam setelah kejadian, setelah kita twit2an dan Okta bilang, kalo yang terjadi barusan mirip dengan film AADC.
Jadi ketika itu, aku emang niat untuk cerita panjang lebar ke sahabat2 aku. Mereka dateng ke rumah, dan aku ga ada niat sama sekali untuk nangis2 gimana itu. Tapi ketika aku mulai ceritain semuanya sama mereka, gatau kenapa aku tiba2 nangis sesenggukan. Ketika itu aku ngerasa sedih yang teramat sangat. Dan yang terjadi selanjutnya adalah..mereka berdua meluk aku, dan dua-duanya ikut nangis.. :( Gimana engga makin sedih aku cobaa?? Jadilah di hari Jumat siang itu, kita bertiga berpelukan sambil nangis bersama, menghabiskan tissue sama-sama.. It was so AADC :') Pong, ta, if one day you read my post, I surely want to tell you that I love you both :*
Dan pas tadi ngeliat scene Alya menangis di pelukan sahabat2nya, rasanya emang jadi teringat kembali kejadian jumat melankolis itu.. Alya pasti merasa sangat beruntung punya sahabat2 seperti Cinta, Milly, Maura, dan Karmen. And so do I, I'm truly blessed for having so many great friends who always cheer me up :)
Kalo di filmnya sendiri, setelah scene tersebut, Cinta lalu membacakan puisi buatannya yang menurut aku itu bagus banget, dan dan adegan selanjutnya adalah mereka berlima joget2 bareng dengan lagu "Dimana Malumu". Setelah tadi googling, aku dapet puisi yang Cinta bacain itu, judulnya : Aku Ingin Bersama Selamanya
ketika tunas ini tumbuh
serupa tubuh yang mengakar
setiap napas yang terhembus adalah kata
angan, debur dan emosi
berpadu dalam jubah berpautan
tangan kita terikat,
lidah kita menyatu
maka setiap apa terucap
adalah sabda pandita ratu
ah, di luar itu pasir
di luar itu debu
hanya angin meniup saja
lalu terbang, hilang, tak ada
tapi kita tetap menari
menari, cuma kita yang tahu
jiwa ini tandu
maka duduk saja
maka akan kita bawa semua
karena kita adalah satu
Then back to the movie, kalo ngomongin AADC, pasti ga bisa lepas dari sosok Rangga. Aku setuju dengan kata2nya Milly yang mendesripsikan Rangga itu seperti ini : "Sekali2 liat emang ngeselin banget, tapi berkali2 liat emang cakep banget" Sebenernya jelas sih, karena yang jadi Rangga adalah Nicholas Saputra. Dan kalo menilai karakter Rangga-nya sendiri, dia adalah pribadi yang cool, ga banyak temen, misterius, tapi sebenernya super romantis. Call me 'labil', but I have to be honest that I really want a man like that after I finished watching AADC tonight. Intinya sih sebenernya pengen punya pacar, calon suami malah kalo bisa. *ups.
Dan puisi yang Rangga kasih buat Cinta di bagian belakang buku yang dia kasih ketika akan berangkat ke Amerika itu juga merupakan puisi yang bagus dan romantis banget. Again, aku menemukan versi lengkap puisi tersebut dari goggle (you absolutely know everything, thank you google!). It was untitled, and here it is :
perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karena cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang wanita
ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya
bukan untuknya
bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu
itu saja
Bagian yang aku bold dari puisi itu adalah bagian yang paling aku suka. Oh my. Kenapa setelah nonton AADC perasaan jadi campur aduk gini?? Arghh.. Baiklah, daripada malah cerita yang galau2 ga jelas, lebih baik aku cukupkan sampai disini aja postingannya..
"Rangga,
Bila Emosi mengalahkan logika, terbuktikan banyak ruginya?"
-Cinta-
(Surat dari Cinta untuk Rangga)
"Rangga,
Bila Emosi mengalahkan logika, terbuktikan banyak ruginya?"
-Cinta-
(Surat dari Cinta untuk Rangga)
"Kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa.."
Melly Goeslaw - Bimbang
Melly Goeslaw - Bimbang












































